Saturday, October 15, 2005

poem tingy.

i recovered dis lil sumting inside my thick secondary sch file. yes. i was cleaning my room. yes. finally. so yea. tot of putting it up. zaman melayu aku maseh bagos lah katekan. amek higher malay tapi melayu takle harap skarang. haha!


Menginjak pada tanah yang luas
setiap langkah diteliti
setiap kata menyembilu
namun keperibadian diselubungi.

Setiap titisan airmata
lagi mendalam luka terasa
sang hitam menjelma
hempedu pahit sudah mula terasa manis.

Kelalian atas kepahitan itu
telah lama tersemadi dalam diri
lantas seribu manikam
pun tidak dihiraukan.

Adakah ini semua permainan minda?
Aku katakan tidak sama sekali.

Tidak. Tidak. Tidak.
tidak mungkin ada nyawa
yang bisa memahami
keperitan dan kesepian yang dialami.

Berat sungguh cabaran
Tidak ada titik nokhta
segala rintangan yang melanda
Pemergian seorang teman gurauan
hilanglah aku seorang abang.